Awal 2026 Menjanjikan, Retribusi Pala Fakfak Tunjukkan Tren Positif

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 11:21 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST., MT menyampaikan capaian selama tiga bulan pertama tahun 2026.

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST., MT menyampaikan capaian selama tiga bulan pertama tahun 2026.

sulsel.tagarutama.com, Fakfak – Kinerja penerimaan retribusi komoditas pala di Kabupaten Fakfak pada triwulan pertama tahun 2026 menunjukkan tren yang menggembirakan. Hingga akhir Maret, total realisasi penerimaan tercatat mencapai Rp197.469.000.

Khusus pada bulan Maret 2026, pendapatan retribusi bertambah sebesar Rp50.437.500. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh melambatnya aktivitas perdagangan selama bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri.

Meski demikian, kontribusi retribusi pala terhadap pendapatan daerah tetap dinilai positif.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmorojati, ST, MT, menyampaikan bahwa capaian selama tiga bulan pertama tahun ini menunjukkan perkembangan yang baik, walaupun mengalami fluktuasi.

“Secara umum, penerimaan retribusi pala pada triwulan pertama tetap berada pada jalur yang positif. Fluktuasi yang terjadi merupakan hal wajar, terutama karena faktor musiman seperti Ramadan dan Lebaran,” ujarnya.

Baca Juga :  Momen TEI 2025, Koperasi Myristica Fakfak Teken MoU dengan PT. Martina Berto & PT. Inovasia: Produk Lemak dan Manisan Pala Siap Go Nasional

Berdasarkan data perdagangan selama Maret 2026, total transaksi pala di Fakfak mencapai 106,22 ton. Jumlah tersebut terdiri dari pala kulit sebanyak 68,74 ton, pala ketok 11,80 ton, dan fully pala sebesar 25,68 ton.

Realisasi ini menjadi salah satu indikator penting dalam melihat dinamika perdagangan pala di daerah tersebut, sekaligus sebagai acuan dalam mengejar target penerimaan tahunan.

Widhi juga menjelaskan bahwa sejak retribusi pala resmi diluncurkan pada 15 Mei 2025, pemerintah daerah menargetkan potensi penerimaan sekitar Rp781 juta per tahun. Namun, karena penerapan pada 2025 masih dalam tahap uji coba dan baru dimulai pada akhir April, realisasi hingga akhir tahun tercatat sekitar Rp531 juta.

“Walaupun masih tahap awal, capaian tahun 2025 sudah melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp200 juta. Ini menjadi sinyal positif bagi pengelolaan retribusi ke depan,” jelasnya.

Baca Juga :  TNI AD Bentuk Yonif TP 808 di Distrik Tomage, Wujudkan Asta Cita Melalui Ketahanan dan Pembangunan

Memasuki tahun 2026, Dinas Perkebunan Fakfak optimistis target penerimaan dapat tercapai. Optimisme ini didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan serta berbagai upaya peningkatan produktivitas dan kualitas pala lokal.

Selain mengejar target pendapatan daerah, pemerintah juga terus berfokus pada penguatan sektor hulu. Peningkatan kualitas dan produktivitas pala dinilai penting agar komoditas unggulan Fakfak ini tetap kompetitif di pasar domestik maupun internasional.

“Kami tidak hanya mengejar pendapatan daerah, tetapi juga memastikan pala Fakfak memiliki daya saing tinggi. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha,” tutup Widhi.

Dengan tren yang terus membaik, komoditas pala diharapkan semakin memperkuat peran Fakfak sebagai salah satu daerah penghasil pala unggulan di Indonesia. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel sulsel.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK Papua Barat-PBD Perkuat Akses Permoodalan, Petani Pala Fakfak Didorong Naik Kelas
Petani dan Pedagang Sepakati Harga Standar Pala Fakfak, Rp600 Ribu per 1.000 Biji dengan Prioritas Mutu
Sosialisasi SNI Pala Tomandin Fakfak, Dorong Kualitas dan Perkuat Daya Saing di Pasar Global
Perkuat Komoditas Andalan, Pemda Fakfak Resmikan Perbup RAD Pala Unggul 2025–2029
Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani
Perdagangan Pala Diawasi Ketat, Pemda Fakfak Libatkan Karantina
KPU Fakfak Tetapkan 62.716 Pemilih dalam Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Triwulan I 2026
Menyulam Silaturahmi Tanpa Batas: Halal Bi Halal IKT Manokwari

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 11:11 WIT

OJK Papua Barat-PBD Perkuat Akses Permoodalan, Petani Pala Fakfak Didorong Naik Kelas

Jumat, 10 April 2026 - 12:20 WIT

Petani dan Pedagang Sepakati Harga Standar Pala Fakfak, Rp600 Ribu per 1.000 Biji dengan Prioritas Mutu

Jumat, 10 April 2026 - 08:20 WIT

Sosialisasi SNI Pala Tomandin Fakfak, Dorong Kualitas dan Perkuat Daya Saing di Pasar Global

Rabu, 8 April 2026 - 17:50 WIT

Perkuat Komoditas Andalan, Pemda Fakfak Resmikan Perbup RAD Pala Unggul 2025–2029

Selasa, 7 April 2026 - 18:24 WIT

Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani

Berita Terbaru